Rahasia Masak Sahur Cepat, Praktis, Tetap Lezat, dan Bergizi ala Chef Profesional Hotel

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:21:39 WIB
Rahasia Masak Sahur Cepat, Praktis, Tetap Lezat, dan Bergizi ala Chef Profesional Hotel

JAKARTA - Rutinitas sahur sering kali membuat banyak orang harus berpacu dengan waktu. Dalam kondisi mengantuk dan terburu-buru, memasak menu yang lezat dan bergizi terasa seperti tantangan tersendiri.

Namun, sahur tetap menjadi momen penting yang sebaiknya tidak dilewatkan begitu saja. Selain sebagai bekal energi berpuasa, sahur juga berperan menjaga stamina agar tubuh tetap kuat sepanjang hari.

Karena itu, banyak orang mencari cara agar bisa memasak sahur dengan cepat tanpa harus mengorbankan rasa dan kualitas gizi. Solusinya ternyata bukan hanya soal resep, tetapi juga strategi memasak yang tepat.

Seorang koki profesional berbagi rahasia agar sahur tetap praktis dan lezat meski waktu sangat terbatas. Tips ini bisa diterapkan siapa saja di rumah tanpa perlu peralatan khusus.

Menurut Executive Sous Chef HARRIS Suites Puri Mansion, Muhammad Fauzan Adzim, kunci utama memasak sahur adalah perencanaan menu. Dengan persiapan yang tepat, memasak sahur tidak lagi terasa merepotkan.

Chef yang akrab disapa Chef Zan ini menekankan pentingnya mengetahui menu yang akan dimasak sejak malam sebelumnya. Dengan begitu, waktu sahur bisa dimanfaatkan lebih efisien tanpa perlu berpikir lama di dapur.

"Kalau prepare buat sahur, yang pasti kita harus tahu dulu apa yang mau kita buat," saran Chef Zan saat ditemui Kompas.com di sela acara preview iftar buffet di hotel Harris Suites Puri Mansion, Kamis, 29 Januari 2026. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perencanaan adalah fondasi dari sahur yang praktis.

Selain soal menu, Chef Zan juga mengingatkan agar tidak memilih hidangan yang terlalu berat dan rumit. Menu yang membutuhkan waktu lama justru berisiko membuat sahur terlewat atau terasa melelahkan.

Sebaliknya, ia menyarankan menu yang bisa dipersiapkan lebih awal lalu diselesaikan saat waktu sahur tiba. Cara ini membuat hidangan tetap segar tanpa harus memasak dari nol di pagi buta.

Pentingnya Perencanaan Menu Sejak Malam Hari

Merencanakan menu sahur sejak malam hari membantu menghemat waktu dan tenaga. Dengan begitu, Anda tidak perlu membuka kulkas sambil berpikir keras di saat mata masih berat.

Chef Zan menilai bahwa kebiasaan menentukan menu lebih awal akan memudahkan proses belanja dan persiapan bahan. Hal ini juga membantu menjaga konsistensi gizi makanan yang dikonsumsi selama Ramadan.

Ia menyarankan agar menu sahur tidak terlalu kompleks dan tidak memerlukan banyak teknik memasak. Hidangan sederhana justru lebih efektif untuk menjaga tubuh tetap bertenaga.

Menu yang bisa dimasak setengah matang pada malam hari menjadi pilihan yang tepat. Proses akhirnya bisa diselesaikan dalam waktu singkat saat sahur tiba.

"Sebaliknya, Chef Zan justru menyarankan memilih sajian yang bisa dimasak setengah matang terlebih dulu pada malam hari, lalu dilanjutkan proses akhirnya saat waktu sahur tiba sehingga lebih praktis dan tetap segar saat disajikan." Prinsip ini memudahkan siapa pun untuk tetap menyajikan makanan hangat.

Ia juga mengingatkan bahwa sahur bukan waktu yang tepat untuk bereksperimen dengan resep rumit. Fokus utama sebaiknya pada kepraktisan dan kecepatan.

Dengan perencanaan menu yang matang, kegiatan memasak sahur bisa terasa lebih ringan. Bahkan, waktu di dapur bisa dipangkas tanpa mengurangi kualitas hidangan.

Perencanaan ini juga membantu mengurangi stres di pagi hari. Anda bisa menikmati sahur dengan lebih tenang dan nyaman.

Manfaat Menyiapkan Lauk Setengah Matang

Salah satu strategi utama yang disarankan Chef Zan adalah menyiapkan lauk setengah matang. Teknik ini memungkinkan proses memasak akhir berlangsung lebih cepat.

"Misalnya sayur-sayuran atau ayam. Ayam yang sudah diungkep pun bisa kita simpan satu sampai dua hari buat menu sahur," kata dia. Pernyataan ini menunjukkan bahwa lauk bisa disiapkan jauh sebelum waktu sahur.

Ayam ungkep menjadi salah satu contoh menu praktis yang hanya perlu digoreng atau dipanggang. Cara ini membuat hidangan tetap segar dan lezat saat disantap.

Selain ayam, ikan yang telah dimarinasi juga cocok untuk disiapkan lebih awal. Saat sahur tiba, ikan hanya perlu digoreng sebentar.

Menurut Chef Zan, metode ini sangat membantu bagi mereka yang tidak ingin repot memasak di pagi hari. Waktu sahur yang singkat tetap bisa dimanfaatkan untuk makan dengan nyaman.

"Kalau pun mau bikin menu baru dari awal, juga lebih enak, tapi kan saat jam sahur ini, biasanya orang menyatukan nyawa itu lebih susah, bawaannya sudah males," lanjut dia. Ungkapan ini menggambarkan kondisi umum banyak orang saat sahur.

Dengan lauk setengah matang, beban memasak di pagi hari jauh lebih ringan. Anda hanya perlu memanaskan atau menyelesaikan proses akhir saja.

Metode ini juga memungkinkan Anda tetap menikmati menu rumahan yang sehat. Tidak perlu bergantung pada makanan instan atau siap saji.

Pilihan Lauk Protein Praktis untuk Sahur

Lauk protein menjadi komponen penting dalam menu sahur. Protein membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan mempertahankan energi selama berpuasa.

Chef Zan menyarankan memilih lauk yang mudah diolah kembali. Ayam ungkep dan ikan marinasi menjadi dua pilihan utama yang praktis.

Lauk-lauk ini hanya perlu digoreng sebentar sebelum disajikan. Dengan begitu, waktu memasak bisa dipangkas secara signifikan.

Selain ayam dan ikan, telur juga menjadi alternatif protein yang cepat diolah. Telur rebus atau telur dadar bisa disiapkan dalam hitungan menit.

Chef Zan menekankan bahwa lauk protein sebaiknya tidak terlalu berat atau berminyak. Hal ini penting agar tubuh tetap nyaman selama menjalani puasa.

Menu sederhana seperti ayam goreng ungkep, ikan goreng marinasi, atau telur orak-arik sudah cukup memenuhi kebutuhan protein. Hidangan ini juga mudah dipadukan dengan berbagai jenis sayur.

Dengan lauk yang praktis, sahur tidak lagi terasa merepotkan. Anda tetap bisa menyajikan makanan rumahan yang lezat dan bergizi.

Pilihan lauk yang tepat juga membantu menjaga stamina sepanjang hari. Tubuh tetap kuat tanpa merasa lemas atau cepat lapar.

Sayuran Tumis sebagai Solusi Cepat dan Sehat

Selain lauk protein, sayuran juga menjadi bagian penting dalam menu sahur. Sayur membantu memenuhi kebutuhan serat dan vitamin harian.

Chef Zan menyarankan memilih sayur yang mudah diolah, terutama dengan metode tumis. Cara memasak ini cepat dan tidak memerlukan banyak persiapan.

"Selanjutnya, untuk pemilihan sayur saat sahur, Chef Zan menyarankan, sebaiknya pilih sayur simpel yang tinggal ditumis, seperti kangkung," katanya. Sayur tumis dinilai praktis dan tetap lezat.

"Tinggal tumis sayur saja, nasinya sudah jadi, ayamnya tinggal goreng. Enggak ada pengolahan yang terlalu lama," pungkas dia. Pernyataan ini menggambarkan betapa efisiennya metode tersebut.

Selain kangkung, masih banyak sayur lain yang cocok ditumis. Tauge, bayam, brokoli, hingga buncis bisa menjadi pilihan yang sama praktisnya.

Teknik menumis ini membuat sayur tetap segar dan tidak kehilangan banyak nutrisi. Proses memasak yang singkat membantu menjaga warna dan tekstur sayuran.

Sayur tumis juga mudah dikombinasikan dengan berbagai lauk. Dengan satu jenis lauk dan satu jenis sayur, menu sahur sudah cukup lengkap.

Dengan pilihan sayur yang tepat, sahur bisa tetap sehat tanpa harus memasak lama. Ini membantu menjaga keseimbangan nutrisi selama Ramadan.

Strategi Memasak Sahur agar Tetap Konsisten dan Nyaman

Konsistensi menjadi kunci agar sahur tidak terasa memberatkan. Dengan pola yang sama setiap hari, tubuh dan pikiran akan lebih mudah beradaptasi.

Chef Zan menekankan pentingnya disiplin dalam perencanaan menu. Dengan menu yang sudah ditentukan, Anda tidak perlu berpikir panjang setiap pagi.

Metode meal preparation juga bisa diterapkan untuk sahur. Menyiapkan beberapa menu sekaligus akan mempermudah aktivitas memasak di hari-hari berikutnya.

Dengan persiapan yang matang, sahur bisa menjadi momen yang menyenangkan. Anda tidak lagi merasa terburu-buru atau tertekan oleh waktu.

Selain itu, memilih menu sederhana membantu menjaga fokus pada ibadah. Sahur tidak lagi menjadi beban, melainkan bagian dari rutinitas yang menenangkan.

Chef Zan juga mengingatkan agar tidak memaksakan diri memasak menu rumit saat sahur. Lebih baik memilih hidangan sederhana yang mudah disiapkan dan dinikmati.

Dengan mengikuti tips ini, siapa pun bisa menyajikan sahur lezat tanpa harus bangun terlalu awal. Waktu sahur pun bisa dimanfaatkan lebih efektif.

Pada akhirnya, sahur yang praktis dan bergizi membantu menjaga energi selama berpuasa. Tubuh tetap kuat, dan aktivitas harian bisa dijalani dengan lebih optimal.

Terkini