Kamis, 12 Februari 2026

Pers Sehat Jadi Fondasi Ketahanan Bangsa Hadapi Transformasi Global

Pers Sehat Jadi Fondasi Ketahanan Bangsa Hadapi Transformasi Global
Pers Sehat Jadi Fondasi Ketahanan Bangsa Hadapi Transformasi Global

JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menekankan pentingnya peran pers yang sehat dan kedaulatan informasi dalam memperkuat demokrasi dan ketahanan nasional, terutama di tengah laju transformasi global dan percepatan era digital. Pernyataan ini disampaikan Novita dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026. Menurutnya, pers yang kuat bukan sekadar pilar informasi, melainkan juga bagian tak terpisahkan dari strategi ketahanan nasional Indonesia menghadapi gejolak global yang semakin kompleks.

Ia menyatakan bahwa tema HPN tahun ini, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat,” mencerminkan kebutuhan strategis bangsa, bukan hanya sekadar slogan. Tema ini, menurut Novita, menggambarkan hubungan erat antara kebebasan pers, kedaulatan ekonomi, dan kekuatan bangsa yang saling memperkuat satu sama lain di tengah arus digitalisasi yang tak terelakkan.

Menjawab Tantangan Era Digital dan Informasi

Baca Juga

Menjelang Akhir Februari 2026, Samsung Siapkan Peluncuran Galaxy S26 dengan Sejumlah Fitur Unggulan Terbaru

Novita menjelaskan bahwa Indonesia saat ini bukan lagi sekadar membicarakan masa depan digital, tetapi sudah berada di dalam era digital itu sendiri, di mana arus informasi begitu cepat dan dinamis. Dalam konteks tersebut, pers yang sehat—artinya media yang independen, kredibel, dan bertanggung jawab—menjadi penopang utama jalannya demokrasi yang sehat pula. Tanpa pers yang sehat, arah demokrasi dan kebijakan publik bisa kehilangan pijakan yang kuat.

Novita menegaskan bahwa peran pers dalam era transformasi global bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai monitor dan pengawal demokrasi. Ia menyinggung bahwa tanpa pers yang kredibel, demokrasi bisa kehilangan kompasnya, ekonomi tanpa kedaulatan akan membuat kemandirian hanya menjadi angan-angan, dan tanpa kedaulatan informasi, bangsa akan mudah rapuh menghadapi gempuran informasi yang tak terkontrol. Pernyataan Novita ini mencerminkan pandangan strategis bahwa pers harus memiliki integritas tinggi agar kekuatan bangsa tetap tangguh.

Kolaborasi untuk Ekosistem Informasi yang Bertanggung Jawab

Dalam pidatonya, Novita juga mengajak berbagai pihak—pemerintah, pelaku industri media, serta masyarakat—untuk memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem informasi yang bertanggung jawab. Sinergi ini dianggap penting demi menjaga kualitas informasi yang mengalir di ruang publik serta mendukung kebijakan nasional yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

Ia menyebut bahwa sinergi tersebut harus diiringi dengan penguatan regulasi yang mampu melindungi kepentingan nasional, sekaligus membuka ruang inovasi media tanpa mengorbankan prinsip jurnalistik. Penguatan regulasi ini dinilai krusial dari sisi hukum dan etika media, terutama dalam era di mana teknologi digital dan media sosial ikut membentuk opini publik dengan cepat.

Pers sebagai Pilar Demokrasi dan Kontrol Sosial

Pandangan Novita sejalan dengan pandangan lain para pemangku kepentingan yang menilai bahwa pers memiliki peran sangat strategis dalam menjaga keseimbangan politik dan sosial. Misalnya, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat belakangan menekankan bahwa pers harus menjadi reflektor yang memantulkan realitas kepada publik dan pemerintah secara objektif. Dalam era hiper-konektivitas, fungsi ini menjadi lebih penting untuk menjaga keseimbangan informasi dan mencegah misinformasi.

Peran pers tidak hanya terbatas pada penyampaian berita, tetapi juga menjadi alat kontrol sosial yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan realitas di masyarakat. Media yang independen menjadi sarana untuk menyuarakan aspirasi publik serta mengkritisi kebijakan yang dianggap belum pro-rakyat. Keberanian media dalam menjalankan fungsi kontrol sosial sering diidentikkan sebagai indikator kesehatan demokrasi di suatu negara.

Menatap Masa Depan Pers dan Kebijakan Media

Menjelang masa yang semakin digital dan berteknologi tinggi, pers juga dituntut untuk beradaptasi dengan teknologi baru tanpa kehilangan jati diri jurnalistiknya. Teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) menjadi perhatian baru dalam diskursus media dan regulasi, karena meskipun menawarkan efisiensi, tiada teknologi yang bisa menggantikan proses jurnalistik yang berbasis riset dan wawancara. Oleh karena itu, regulasi yang adaptif dan berpihak pada etika jurnalistik dianggap sebagai salah satu upaya memperkuat ekosistem pers nasional di masa depan.

Dengan demikian, peran pers sehat bukan hanya relevan untuk konteks nasional semata, tetapi juga menjadi komponen penting dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah. Pernyataan Novita dan pandangan para pemangku kepentingan lainnya menegaskan bahwa pers yang berintegritas tinggi akan menjadi salah satu kunci dalam menjaga kedaulatan informasi, memperkuat demokrasi, dan menjawab tantangan era transformasi global secara efektif dan berkelanjutan.

Fery

Fery

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bocoran Foto Asli Oppo Find X9 Ultra Jelang Rilis Maret 2026, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Bocoran Foto Asli Oppo Find X9 Ultra Jelang Rilis Maret 2026, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Potensi Besar Sektor Film Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jakarta di Era Kreatif 2026

Potensi Besar Sektor Film Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jakarta di Era Kreatif 2026

Kebangkitan Film Homefront: Dari Ide Sekuel Rambo hingga Jadi Jawara Netflix Dunia

Kebangkitan Film Homefront: Dari Ide Sekuel Rambo hingga Jadi Jawara Netflix Dunia

Indonesia Percepat Perbaikan Ekonomi Syariah dalam Persaingan Global Mendatang

Indonesia Percepat Perbaikan Ekonomi Syariah dalam Persaingan Global Mendatang

Drone Dan AI Tingkatkan Penyiaran Olimpiade Musim Dingin Dua Ribu Dua Puluh Enam

Drone Dan AI Tingkatkan Penyiaran Olimpiade Musim Dingin Dua Ribu Dua Puluh Enam