Clipan Finance Terapkan Strategi Tepat untuk Tumbuhkan Piutang Pembiayaan 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
JAKARTA - PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) terus berupaya meningkatkan pertumbuhan piutang pembiayaan pada tahun 2026 dengan menerapkan sejumlah strategi baru yang dipastikan akan memperkuat posisi perusahaan dalam sektor pembiayaan.
Berfokus pada segmen pasar yang tepat, diversifikasi produk, serta pemanfaatan teknologi digital, Clipan Finance berencana untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi dengan lebih efisien.
Strategi Utama untuk Menumbuhkan Piutang Pembiayaan
Baca JugaPurbaya Bakal Gelontorkan Insentif Saham Emiten Kapal Segera Dapat Durian Runtuh
Direktur Utama Clipan Finance, Harjanto Tjitohardjojo, menjelaskan bahwa perusahaan menetapkan beberapa pendekatan strategis untuk meningkatkan pertumbuhan piutang pembiayaan pada tahun 2026.
Fokus utama mereka adalah menerapkan pertumbuhan selektif pada segmen-segmen dengan risiko yang terkelola dengan baik, seperti pembiayaan kendaraan produktif dan alat berat. Segmen ini diyakini memiliki potensi yang besar, meskipun memerlukan perhatian khusus terhadap pengelolaan risiko yang lebih hati-hati.
“Pembiayaan kendaraan produktif dan alat berat memberikan potensi pertumbuhan yang signifikan, namun tetap memerlukan pendekatan yang selektif untuk menjaga kualitas portofolio,” ujar Harjanto, menambahkan bahwa strategi ini bertujuan untuk memastikan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada volume, tetapi juga pada kualitas pembiayaan yang diberikan.
Diversifikasi Produk untuk Menyentuh Segmen yang Lebih Luas
Selain itu, Clipan Finance juga memperluas fokusnya dengan melakukan diversifikasi produk pembiayaan ke sektor non-otomotif. Hal ini meliputi pembiayaan multiguna dan produk pembiayaan syariah yang bertujuan untuk menjangkau konsumen dengan preferensi berbeda.
Melalui diversifikasi ini, perusahaan tidak hanya bergantung pada pasar otomotif, yang meskipun besar, terkadang mengalami fluktuasi yang disebabkan oleh berbagai faktor eksternal, seperti daya beli masyarakat dan kebijakan pemerintah.
Langkah diversifikasi ini memungkinkan Clipan Finance untuk mengurangi ketergantungan pada satu sektor, serta mengakses lebih banyak segmen pasar yang membutuhkan pembiayaan yang lebih fleksibel.
Dengan demikian, perusahaan berharap dapat memperkuat posisi pasar di sektor pembiayaan dan memastikan pertumbuhannya yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Pemanfaatan Teknologi untuk Efisiensi dan Pengelolaan Risiko
Clipan Finance tidak hanya berfokus pada pertumbuhan volume pembiayaan, tetapi juga memperhatikan pentingnya manajemen risiko yang efektif.
Dalam hal ini, perusahaan menerapkan penguatan sistem manajemen risiko berbasis data yang lebih canggih. Sistem ini dirancang untuk memantau dan mengontrol rasio Non Performing Financing (NPF) agar tetap terkendali dengan baik, sekaligus meningkatkan kualitas portofolio yang dimiliki.
Teknologi juga digunakan untuk mempercepat proses persetujuan pembiayaan melalui digitalisasi. Harjanto menegaskan bahwa penggunaan teknologi ini bertujuan untuk memperbaiki efisiensi biaya dan meningkatkan pengalaman bagi debitur.
Digitalisasi proses persetujuan pembiayaan diharapkan dapat mempercepat waktu pelayanan kepada konsumen, serta memberikan kenyamanan lebih bagi mereka yang mengajukan pembiayaan.
“Dengan akselerasi digitalisasi, kami dapat memangkas biaya operasional dan mempercepat proses persetujuan pembiayaan, sehingga lebih efisien dan memudahkan debitur,” kata Harjanto.
Tantangan yang Harus Dihadapi dalam Proses Ekspansi
Meski menerapkan berbagai strategi untuk mempercepat pertumbuhan, Harjanto juga menyadari bahwa ada tantangan yang harus dihadapi dalam perjalanan menuju 2026.
Salah satu tantangan terbesar adalah tekanan terhadap daya beli masyarakat, terutama kelas menengah, akibat inflasi dan kenaikan biaya hidup yang terus berlangsung. Hal ini berpotensi mempengaruhi kemampuan konsumen untuk memenuhi kewajiban cicilan pembiayaan.
Di sisi lain, meskipun optimisme tinggi terhadap sektor pembiayaan, Harjanto mengingatkan bahwa potensi peningkatan NPF juga harus diwaspadai.
Terutama jika pemulihan ekonomi pasca-pandemi tidak merata di berbagai sektor. Risiko ketidakmerataan pemulihan ekonomi ini dapat berdampak pada kemampuan konsumen dalam memenuhi pembayaran angsuran pembiayaan.
Tantangan lainnya datang dari ketidakpastian pasar global yang bisa memengaruhi arus modal yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk mendukung ekspansi lebih lanjut. Selain itu, persaingan dari sektor fintech lending yang semakin intens juga menjadi tantangan tersendiri.
Segmen debitur muda yang menjadi target utama fintech lending semakin berkembang dan menjadi daya tarik baru bagi konsumen yang mencari pembiayaan lebih cepat dan mudah.
Target Piutang Pembiayaan yang Lebih Agresif di 2026
Harjanto menegaskan bahwa untuk tahun 2026, Clipan Finance menargetkan pertumbuhan piutang pembiayaan yang lebih agresif dibandingkan tahun sebelumnya.
Fokus perusahaan adalah meningkatkan kualitas portofolio pembiayaan yang diberikan, sekaligus melakukan ekspansi volume untuk menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai segmen pasar. Dengan strategi yang sudah disusun, Harjanto yakin bahwa Clipan Finance dapat mengatasi tantangan yang ada dan memanfaatkan peluang yang muncul untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
“Meski ada tantangan, kami tetap optimistis dapat mencapainya karena strategi yang diterapkan sudah tepat sasaran. Kami akan terus berfokus pada kualitas dan volume yang sehat,” tutup Harjanto.
Ibtihal Afrah Watahani
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Hasil Liga Inggris: Liverpool Menang Tipis dan "Beruntung" Saat Menghadapi Sunderland
- Kamis, 12 Februari 2026
Prediksi Pisa vs AC Milan: Pertarungan Sengit di Hari Valentine Serie A 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
Serie A Pekan 24: Jadwal Padat dan Kondisi Kebugaran Pemain Menjadi Sorotan Utama
- Kamis, 12 Februari 2026
Berita Lainnya
Jawaban Purbaya Soal Rupiah Saya Fokus Pada Upaya Penciptaan Pertumbuhan Ekonomi
- Kamis, 12 Februari 2026
Jawaban Purbaya Soal Rupiah Saya Fokus Pada Upaya Penciptaan Pertumbuhan Ekonomi
- Kamis, 12 Februari 2026
Saham BBCA Bersiap Tembus Segini Cermati Target Harga Baru Analis Pasar
- Kamis, 12 Februari 2026
Saham BBCA Bersiap Tembus Segini Cermati Target Harga Baru Analis Pasar
- Kamis, 12 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
4.
Rangkuman Rekomendasi Saham Hari Ini 12 Februari 2026
- 12 Februari 2026
5.
Rangkuman Rekomendasi Saham Hari Ini 12 Februari 2026
- 12 Februari 2026










