JAKARTA - PT Intiland Development Tbk. (DILD) akhirnya memberikan klarifikasi resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pemberitaan kerja sama pengembangan bisnis data center dengan ION Network. Penjelasan ini disampaikan melalui keterbukaan informasi untuk memastikan transparansi kepada publik dan investor.
Corporate Secretary DILD Theresia Rustandi menyampaikan bahwa kerja sama tersebut dilakukan melalui entitas anak usaha. Entitas yang dimaksud adalah PT Intiland Alfa Rendita.
Menurut manajemen, kerja sama ini tidak memenuhi kriteria sebagai fakta material yang wajib diumumkan sesuai POJK No.31 Tahun 2015. Oleh karena itu, Perseroan menilai tidak ada kewajiban pelaporan khusus sebagai aksi korporasi material.
Baca JugaPoliklinik Eksekutif Primaya Hospital Fokus Pada Kecepatan dan Kenyamanan Pasien
“Kerja sama antara entitas anak perusahaan Perseroan yaitu PT Intiland Alfa Rendita dengan ION Network melalui pembentukan perusahaan joint venture PT Inti Arunika Persada tidak memenuhi kriteria fakta material,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Rabu, 11 Februari 2026. Pernyataan tersebut menjadi dasar resmi posisi perusahaan atas isu yang beredar.
Theresia menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk mengoptimalkan nilai aset properti yang dimiliki. Strategi ini dilakukan dengan memperluas fungsi properti agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Fokus pengembangan diarahkan pada sektor teknologi informasi yang terus bertumbuh. Langkah ini dinilai sejalan dengan tren digitalisasi dan kebutuhan infrastruktur data yang meningkat.
Skema Joint Venture dan Struktur Kepemilikan
Secara struktur, pengembangan bisnis data center tidak dilakukan langsung oleh DILD. Proyek ini dijalankan melalui PT Intiland Alfa Rendita yang sahamnya dimiliki 100% oleh Perseroan.
Entitas tersebut kemudian bekerja sama dengan ION Network membentuk perusahaan patungan. Perusahaan joint venture itu diberi nama PT Inti Arunika Persada.
Komposisi kepemilikan di perusahaan patungan tersebut adalah masing-masing 50%. Struktur ini mencerminkan pembagian peran dan tanggung jawab yang seimbang antara kedua pihak.
DILD menegaskan bahwa pembentukan perusahaan patungan ini tidak bersifat material terhadap kondisi keuangan Perseroan. Manajemen juga memastikan tidak ada dampak signifikan terhadap kelangsungan usaha jangka panjang.
“Perseroan sudah melakukan analisa dan kajian atas kelayakan serta aspek risiko dari kerja sama pengembangan layanan pusat data ini,” kata Theresia. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keputusan telah melalui proses evaluasi menyeluruh.
Analisis tersebut mencakup kajian finansial, operasional, hingga potensi risiko bisnis. Dengan demikian, manajemen menilai proyek ini berada dalam batas risiko yang dapat dikelola.
Sinergi Pengembangan Properti dan Teknologi Informasi
Kerja sama ini dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama Pembangunan dan Pengelolaan Data Center. Perjanjian tersebut menjadi landasan sinergi antara pengalaman properti dan keahlian teknologi.
Perseroan mengandalkan pengalaman dalam pengembangan properti terpadu. Selain itu, DILD memiliki aset properti yang dinilai akan terus meningkat nilainya.
Di sisi lain, ION Network memiliki rekam jejak dan keahlian panjang dalam pengembangan data center. Kombinasi kedua kekuatan ini diharapkan menghasilkan nilai tambah yang optimal.
“Kolaborasi ini diharapkan akan menguatkan nilai perusahaan dan meningkatkan nilai properti secara jangka panjang,” ujarnya. Pernyataan ini menekankan orientasi jangka panjang dari kerja sama tersebut.
Pengembangan data center dinilai sebagai langkah adaptif terhadap dinamika pasar. Properti tidak lagi hanya difungsikan sebagai ruang fisik konvensional, tetapi juga sebagai infrastruktur digital.
Transformasi fungsi properti menjadi salah satu strategi untuk menjaga daya saing. Dengan masuk ke sektor data center, Perseroan berupaya menangkap peluang pertumbuhan baru.
Dampak terhadap Kinerja dan Harga Saham
DILD menegaskan bahwa tidak terdapat informasi atau kejadian penting lainnya yang bersifat material. Perseroan juga memastikan tidak ada hal yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham secara signifikan.
Penegasan ini menjadi bagian dari komitmen transparansi kepada pemegang saham. Manajemen ingin memastikan bahwa publik memperoleh informasi yang jelas dan terukur.
Kerja sama melalui entitas anak usaha memungkinkan fleksibilitas dalam pengelolaan risiko. Struktur ini juga menjaga agar dampak finansial tetap terkendali di tingkat induk perusahaan.
Langkah kolaborasi ini memperlihatkan strategi diversifikasi yang terukur. Perseroan tetap berhati-hati dalam memperluas lini bisnisnya.
Dengan mempertimbangkan aspek regulasi, manajemen menyatakan bahwa kerja sama tersebut tidak termasuk kategori transaksi material. Hal ini merujuk pada ketentuan POJK No.31 Tahun 2015 yang menjadi acuan pelaporan.
Keputusan untuk membentuk joint venture dinilai sebagai pendekatan strategis. Model kemitraan ini memungkinkan pembagian risiko sekaligus optimalisasi kompetensi masing-masing pihak.
Intiland menilai bahwa sektor data center memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan. Permintaan terhadap infrastruktur penyimpanan dan pengolahan data terus meningkat seiring transformasi digital.
Melalui PT Intiland Alfa Rendita, Perseroan tetap memegang kendali penuh atas entitas anak. Struktur kepemilikan 100% memberikan fleksibilitas dalam pengambilan keputusan strategis.
Kolaborasi dengan ION Network memperluas jaringan dan kompetensi teknis. Sinergi ini diharapkan memperkuat posisi perusahaan di tengah perubahan lanskap industri.
Secara keseluruhan, manajemen memastikan bahwa langkah ini telah melalui kajian komprehensif. Perusahaan tetap berkomitmen menjaga stabilitas kinerja dan nilai pemegang saham.
Kerja sama pengembangan data center ini menjadi bagian dari evolusi strategi bisnis Intiland. Namun demikian, Perseroan menegaskan bahwa tidak ada dampak material terhadap kondisi keuangan maupun harga saham.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Tips Bumbu Ayam Lengkuas Cepat Meresap Tanpa Proses Masak Lama Efektif
- Kamis, 12 Februari 2026
Resep Kue Kering Lebaran Tanpa Telur Enak Mudah Ramah Alergi Untuk Keluarga
- Kamis, 12 Februari 2026
Cara Membuat Klepon Kenyal Tidak Lembek Tetap Bulat Cantik Saat Disajikan
- Kamis, 12 Februari 2026
Resep Apem Gula Merah Lembut Mengembang Sempurna Praktis Mudah Dibuat
- Kamis, 12 Februari 2026
Berita Lainnya
Surge Jalin Kerja Sama Strategis Bangun Infrastruktur ICT IKN Nusantara
- Kamis, 12 Februari 2026
PT Samindo Resources Suntik Modal Rp270 Miliar untuk Anak Usaha Dorong Ekspansi Operasional
- Kamis, 12 Februari 2026
PT Samindo Resources Suntik Modal Rp270 Miliar untuk Anak Usaha Dorong Ekspansi Operasional
- Kamis, 12 Februari 2026
Strategi Ekspansi PT Samudera Indonesia Tbk. dengan Capex Triliunan Rupiah Tahun 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
Strategi Ekspansi PT Samudera Indonesia Tbk. dengan Capex Triliunan Rupiah Tahun 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
Mendag Laporkan 149 Pasar Terdampak Bencana Kembali Beroperasi
- 12 Februari 2026
4.
Harga Emas Antam Hari Ini 12 Februari Stabil di Rp2,94 Juta
- 12 Februari 2026










