JAKARTA - Upaya pemulihan aktivitas perdagangan di wilayah terdampak bencana mulai menunjukkan hasil yang signifikan.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan bahwa sebagian besar pasar rakyat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini telah kembali beroperasi.
Proses pemulihan ini menjadi indikator penting bangkitnya roda perekonomian masyarakat setelah sempat terganggu akibat bencana yang melanda sejumlah daerah tersebut.
Baca JugaBPJPH Lakukan Percepatan Sertifikasi Halal untuk Program Makan Bergizi
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa dari total 166 pasar rakyat yang terdampak bencana, sebanyak 149 pasar atau sekitar 90 persen telah pulih dan kembali menjalankan aktivitas perdagangan. Sementara itu, 17 pasar lainnya masih dalam tahap percepatan rehabilitasi, dengan sebagian besar berada di Provinsi Aceh.
"Dari total 166 pasar rakyat dan 4.952 pedagang yang terdampak, sebagian besar atau sekitar 90 persen telah kembali beroperasi, sementara sisanya masih dalam proses percepatan pemulihan, mayoritas berada di Provinsi Aceh," ujar Budi.
Sinergi Pusat dan Daerah Percepat Pemulihan Pasar
Pemulihan pasar rakyat dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat, kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah bahu-membahu memastikan aktivitas perdagangan dapat segera berjalan normal kembali.
Sinergi ini menjadi kunci dalam mempercepat rehabilitasi infrastruktur sekaligus memulihkan kepercayaan pedagang dan konsumen.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan Kemendag adalah aksi bersih pasar di Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh pada 30 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembersihan fisik area pasar, tetapi juga menjadi simbol dimulainya kembali aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Langkah cepat ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meminimalkan dampak jangka panjang terhadap para pedagang yang menggantungkan hidupnya pada aktivitas pasar rakyat.
Dukungan Sarana Sementara untuk Pedagang
Selain mempercepat rehabilitasi fisik pasar, Kemendag juga memberikan dukungan langsung kepada para pedagang. Untuk memastikan mereka tetap dapat berjualan selama proses pemulihan berlangsung, pemerintah menyalurkan 100 unit tenda sebagai fasilitas sementara.
Budi menjelaskan bahwa langkah ini penting agar para pedagang tidak kehilangan mata pencaharian dalam waktu lama. Dengan adanya tenda darurat, aktivitas jual beli tetap dapat berlangsung meskipun bangunan pasar belum sepenuhnya pulih.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga keberlangsungan usaha mikro dan kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Keberadaan pasar rakyat bukan hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga pusat interaksi sosial dan distribusi kebutuhan pokok masyarakat.
Ritel Modern Juga Berangsur Normal
Pemulihan tidak hanya terjadi di pasar rakyat, tetapi juga di sektor ritel modern. Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), dari total 274 gerai toko swalayan yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara, sebanyak 259 gerai atau sekitar 95 persen telah kembali beroperasi normal.
"Ditargetkan seluruhnya dapat beroperasi paling lambat pada akhir Februari 2026," kata Mendag.
Kembalinya operasional gerai ritel modern ini turut memperkuat stabilitas distribusi barang kebutuhan pokok. Dengan semakin banyak titik distribusi yang aktif, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan akses untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Normalisasi sektor ritel modern juga membantu mempercepat pemulihan rantai pasok yang sebelumnya sempat terganggu akibat hambatan distribusi dan logistik pascabencana.
Pasokan Terjaga dan Harga Relatif Stabil
Di tengah proses pemulihan, Kemendag memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok tetap terjaga. Koordinasi dilakukan dengan ID FOOD, Bulog, serta para pelaku usaha untuk memastikan distribusi berjalan lancar, khususnya di Aceh dan Sumatera Utara yang menjadi wilayah terdampak paling signifikan.
Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya kelangkaan barang maupun lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat. Pemerintah mencatat bahwa dari sisi harga, kondisi relatif stabil. Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada Januari hingga Februari 2026 menunjukkan tren penurunan dibandingkan Desember 2025.
Penurunan tersebut sejalan dengan normalnya kembali aktivitas distribusi dan logistik di wilayah terdampak bencana. Stabilitas harga menjadi indikator bahwa sistem pasokan mulai kembali berjalan optimal.
Dengan 149 pasar rakyat yang telah beroperasi kembali, dukungan fasilitas sementara bagi pedagang, pemulihan ritel modern, serta terjaganya pasokan dan harga, proses pemulihan perdagangan di wilayah terdampak bencana menunjukkan perkembangan positif.
Pemerintah menargetkan seluruh pasar dan gerai yang tersisa dapat kembali beroperasi sepenuhnya dalam waktu dekat, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat pulih secara menyeluruh.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Hasil Liga Inggris: Liverpool Menang Tipis dan "Beruntung" Saat Menghadapi Sunderland
- Kamis, 12 Februari 2026
Prediksi Pisa vs AC Milan: Pertarungan Sengit di Hari Valentine Serie A 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
Serie A Pekan 24: Jadwal Padat dan Kondisi Kebugaran Pemain Menjadi Sorotan Utama
- Kamis, 12 Februari 2026
Berita Lainnya
Pemerintah Perkuat Perlindungan Sawah dan Petani Kecil Melalui Pengendalian Alih Fungsi Lahan
- Kamis, 12 Februari 2026
Pemerintah Dorong Proyek DME Batu Bara Disebut Wajib Libatkan Teknologi CCUS
- Kamis, 12 Februari 2026
Harga Minyak Dunia Menguat Dipicu Ketegangan Amerika Iran Dan Dinamika Pasokan Global
- Kamis, 12 Februari 2026
Stok BBM Nasional Aman Meski SPBU Shell Kosong Pemerintah Tegaskan Pasokan
- Kamis, 12 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
4.
Rangkuman Rekomendasi Saham Hari Ini 12 Februari 2026
- 12 Februari 2026
5.
Rangkuman Rekomendasi Saham Hari Ini 12 Februari 2026
- 12 Februari 2026












