Harga Karet Terus Menguat, Mendorong Optimisme di Industri Karet

Kamis, 12 Februari 2026 | 14:08:42 WIB
Harga Karet Terus Menguat, Mendorong Optimisme di Industri Karet

JAKARTA - Harga karet internasional kembali menunjukkan tanda-tanda positif yang membangkitkan harapan di kalangan petani dan pelaku industri karet. 

Berdasarkan data perdagangan pada Rabu, 11 Februari 2026, di bursa SGX-Sicom, harga karet mencatatkan angka US Cent 191,5 per kilogram. 

Dengan mengacu pada kurs Rp 16.715 per dolar AS, harga tersebut setara dengan Rp 32.015 per kilogram. Hal ini menunjukkan adanya kenaikan signifikan yang mencapai Rp 182 per kilogram dibandingkan dengan perdagangan pada hari sebelumnya.

Tren Kenaikan Harga Karet yang Menggembirakan

Kenaikan harga karet ini membawa kabar baik bagi para petani dan pelaku usaha karet domestik yang sudah cukup lama menanti stabilitas harga yang lebih baik. Pasalnya, harga karet internasional yang terus mengalami penguatan mendorong perbaikan harga di dalam negeri. 

Pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026, harga karet tercatat berada pada level Rp 31.833 per kilogram, namun pada Rabu, 11 Februari 2026, harga tersebut kembali naik menjadi Rp 32.015 per kilogram. Ini menjadi sinyal positif bahwa harga karet sedang berada dalam tren yang menguat.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Karet Indonesia Sumatera Selatan (Apkarindo Sumsel), Rudi Arpian, mengungkapkan bahwa kenaikan harga karet ini mempertegas tren positif yang terus berlanjut sepanjang pekan ini. Dalam keterangan yang diberikan pada Agricom.id, Rudi menyebutkan bahwa momentum kenaikan harga ini menunjukkan stabilitas dan keteguhan struktur pasar yang semakin kokoh. Dengan tidak adanya gejolak harga yang berlebihan, ia optimis bahwa tren positif ini dapat berlanjut hingga jangka menengah.

"Pergerakan harga karet yang stabil ini menunjukkan kepercayaan pasar yang tetap terjaga. Pasar bergerak dengan sehat tanpa fluktuasi yang tajam, yang menciptakan harapan bagi para pelaku usaha dan petani untuk dapat mempertahankan momentum ini,” ujar Rudi.

Stabilitas Harga Menjaga Margin Usaha

Rudi Arpian berharap, kenaikan harga ini dapat terus berlanjut dan tidak terganggu oleh fluktuasi harga yang tajam. 

Menurutnya, kestabilan harga sangat penting dalam menjaga margin keuntungan para petani karet, yang selama ini sangat bergantung pada kondisi pasar global. Kenaikan harga yang terjadi secara bertahap, menurutnya, akan memberikan pondasi yang kuat bagi pasar karet domestik.

Jika petani karet mampu menjaga kadar karet kering (KKK) yang tetap tinggi, peluang penguatan harga karet ini akan semakin terbuka lebar. Hal ini bisa memberikan dampak yang signifikan terhadap pendapatan petani dan mendorong peningkatan produksi karet di Indonesia. 

Rudi juga menegaskan bahwa pertumbuhan yang konsisten jauh lebih menguntungkan dalam jangka panjang dibandingkan dengan lonjakan harga yang tiba-tiba.

“Jika petani menjaga kualitas karet yang diproduksi, maka harga karet bisa terus terjaga dengan baik. Penguatan harga secara bertahap justru menjadi dasar yang lebih kokoh bagi pasar,” tambahnya.

Rincian Harga Karet Berdasarkan Kadar Karet Kering (KKK)

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang pergerakan harga karet internasional, berikut ini adalah rincian harga karet berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC). Perlu dicatat bahwa harga ini belum dipotong dengan biaya produksi:

KKK 100%: Rp 32.015 per Kg

KKK 70%: Rp 22.411 per Kg

KKK 60%: Rp 19.209 per Kg

KKK 50%: Rp 16.008 per Kg

KKK 40%: Rp 12.806 per Kg

KKK 30%: Rp 9.605 per Kg

Harga-harga ini menggambarkan tren penguatan harga karet yang dapat dimanfaatkan oleh para petani dalam menjalankan aktivitas mereka. Harga-harga ini juga mencerminkan kondisi pasar karet di pasar internasional yang berperan penting dalam mempengaruhi pasar domestik.

Peran SGX-Sicom dalam Menentukan Harga Karet Global

SGX-Sicom, sebagai salah satu bursa komoditas utama di Asia, memiliki peran besar dalam menentukan harga karet di pasar internasional. 

Bursa ini memperdagangkan berbagai jenis karet alam, dan harga karet yang tercatat di bursa ini sering kali dijadikan acuan bagi pergerakan harga karet di pasar global. Oleh karena itu, fluktuasi harga karet di SGX-Sicom sangat mempengaruhi harga di pasar domestik.

Bagi para petani dan pelaku industri karet Indonesia, harga yang tercatat di SGX-Sicom menjadi acuan yang penting. 

Meskipun harga patokan yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat dapat bervariasi antar daerah, pergerakan harga di SGX-Sicom tetap menjadi indikator yang bisa diandalkan oleh pelaku usaha untuk memantau kondisi pasar global.

Harapan untuk Keberlanjutan Kenaikan Harga

Para pelaku industri dan petani karet berharap agar kenaikan harga karet ini dapat terus berlanjut sepanjang tahun 2026. Jika tren positif ini dapat bertahan, diharapkan dapat membawa dampak positif bagi sektor perkaretan Indonesia. 

Tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, namun juga mendorong pertumbuhan industri karet dalam negeri yang dapat bersaing di pasar global.

Kenaikan harga karet yang stabil juga dapat menciptakan peluang investasi yang lebih baik dalam sektor ini, baik di bidang pengolahan karet maupun pengembangan produk turunan dari karet.

 Oleh karena itu, stabilitas harga karet menjadi kunci penting dalam memperkuat daya saing industri karet Indonesia di pasar internasional.

Terkini