Kamis, 12 Februari 2026

Reaktivasi Sumur Minyak Tua Kalimantan Timur untuk Meningkatkan PAD

Reaktivasi Sumur Minyak Tua Kalimantan Timur untuk Meningkatkan PAD
Reaktivasi Sumur Minyak Tua Kalimantan Timur untuk Meningkatkan PAD

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sedang mempersiapkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali ribuan sumur minyak tua yang sudah tidak aktif. 

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. 

Inisiatif ini seiring dengan terbitnya Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025, yang memberikan landasan hukum bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), koperasi, hingga UMKM dalam mengelola sumur-sumur yang sebelumnya tidak lagi dioperasikan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Baca Juga

Mendag Laporkan 149 Pasar Terdampak Bencana Kembali Beroperasi

Peraturan Baru Menjadi Landasan Hukum yang Kuat

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa reaktivasi ribuan sumur minyak tua ini merupakan kesempatan besar untuk memanfaatkan potensi ekonomi yang terabaikan.

 Ia mengungkapkan bahwa regulasi baru yang diterbitkan memberikan kesempatan bagi BUMD, koperasi, dan UMKM untuk ikut serta dalam mengelola sumur-sumur yang tidak lagi dioperasikan oleh KKKS besar. Berdasarkan data kementerian terkait, terdapat sekitar 3.000 titik sumur di Kaltim yang saat ini masuk dalam kategori tidak aktif.

Pemprov Kaltim kini tengah melakukan pemetaan ulang terhadap sumur-sumur tersebut untuk mengetahui mana saja yang masih layak diproduksi kembali secara ekonomis. 

Seno Aji menambahkan bahwa jika ribuan sumur ini berhasil diaktifkan kembali, maka dampaknya tidak hanya pada peningkatan lifting minyak nasional, tetapi juga dapat mendongkrak pendapatan daerah melalui kontribusi BUMD yang terlibat dalam pengelolaannya. Hal ini bisa menjadi katalis besar bagi perekonomian lokal.

Peran BUMD dalam Mendorong Reaktivasi Sumur Minyak

Seno Aji juga menyoroti peran vital BUMD seperti PT Migas Mandiri Pratama (MMP) dalam menggerakkan reaktivasi sumur minyak tua ini. 

BUMD dan koperasi lokal kini diberikan kesempatan untuk mengajukan permohonan guna mengelola sumur-sumur yang sebelumnya dikelola oleh perusahaan besar seperti Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), dan Pertamina Hulu Mahakam (PHM).

Bila dikelola dengan optimal, reaktivasi ini berpotensi menghasilkan tambahan produksi minyak hingga 100.000 – 150.000 barel per hari. 

Dengan demikian, selain memberikan keuntungan finansial yang signifikan bagi daerah, langkah ini juga bisa memperkuat ketahanan energi nasional yang semakin dibutuhkan seiring dengan permintaan energi yang terus meningkat.

Tantangan dan Risiko dalam Mengelola Sumur Tua

Namun, meskipun peluangnya sangat menjanjikan, Seno Aji mengakui bahwa mengelola sumur minyak tua bukanlah hal yang mudah. 

Ada berbagai tantangan teknis yang harus dihadapi, seperti kadar air yang tinggi dalam sumur serta kerusakan struktural akibat usia sumur yang sudah tua. Oleh karena itu, Pemprov Kaltim sangat mengharapkan dukungan penuh dari SKK Migas dan Pertamina.

Dukungan tersebut berupa transparansi data teknis mengenai kondisi setiap sumur yang ada, serta pendampingan dalam bentuk bimbingan teknis untuk pelaku usaha lokal. 

Tujuannya adalah agar para pelaku usaha ini memiliki kesiapan yang memadai sebelum terjun ke lapangan dan dapat menjalankan reaktivasi sumur dengan risiko yang lebih minim. Dengan adanya persiapan yang matang, diharapkan reaktivasi sumur minyak tua ini dapat berjalan lebih lancar dan sukses.

Mencapai Kerja Sama yang Saling Menguntungkan

Selain itu, Seno Aji menekankan pentingnya adanya kepastian dalam regulasi, terutama terkait dengan implementasi skema kerja sama yang saling menguntungkan antara pemerintah daerah dan pusat. Ia ingin memastikan bahwa para pelaku usaha daerah tidak melangkah tanpa persiapan yang cukup.

Dengan pendampingan teknis yang tepat dan kepastian regulasi, diharapkan risiko kegagalan investasi dapat diminimalisir. 

Hal ini sangat penting, karena meskipun potensi yang ditawarkan sangat besar, tantangan teknis dalam reaktivasi sumur-sumur tua ini membutuhkan keterampilan dan kesiapan yang tinggi dari semua pihak yang terlibat.

Potensi Besar untuk Kaltim dan Indonesia

Inisiatif reaktivasi sumur minyak tua di Kalimantan Timur ini menyimpan potensi besar bagi perekonomian daerah dan ketahanan energi nasional. Dengan regulasi baru yang memberikan peluang bagi BUMD, koperasi, dan UMKM, Kaltim bisa memanfaatkan sumber daya energi yang selama ini tidak terkelola dengan baik. 

Meski demikian, keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada kesiapan teknis dan kerjasama yang solid antara semua pihak terkait, termasuk pemerintah pusat, SKK Migas, Pertamina, serta pelaku usaha lokal.

Melalui pendekatan yang tepat, reaktivasi sumur minyak tua ini dapat menjadi pendorong utama bagi peningkatan PAD Kalimantan Timur dan membantu memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus berkembang.

Ibtihal Afrah Watahani

Ibtihal Afrah Watahani

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Strategi Baru DKI Jakarta Amankan Pasokan Beras Jelang Ramadan Melalui Kolaborasi Petani Daerah

Strategi Baru DKI Jakarta Amankan Pasokan Beras Jelang Ramadan Melalui Kolaborasi Petani Daerah

Pemerintah Perkuat Perlindungan Sawah dan Petani Kecil Melalui Pengendalian Alih Fungsi Lahan

Pemerintah Perkuat Perlindungan Sawah dan Petani Kecil Melalui Pengendalian Alih Fungsi Lahan

Pemerintah Dorong Proyek DME Batu Bara Disebut Wajib Libatkan Teknologi CCUS

Pemerintah Dorong Proyek DME Batu Bara Disebut Wajib Libatkan Teknologi CCUS

Kebijakan RKAB 2026 dan DMO Ubah Peta Saham Emiten Batubara

Kebijakan RKAB 2026 dan DMO Ubah Peta Saham Emiten Batubara

Harga Minyak Dunia Menguat Dipicu Ketegangan Amerika Iran Dan Dinamika Pasokan Global

Harga Minyak Dunia Menguat Dipicu Ketegangan Amerika Iran Dan Dinamika Pasokan Global