Proyek Panas Bumi Cipanas Menjadi Kunci Energi Bersih dan Ramah Lingkungan di Jawa Barat
- Kamis, 12 Februari 2026
JAKARTA - Di tengah upaya pemerintah mendorong energi bersih, proyek panas bumi di Cipanas, Kabupaten Cianjur, diklaim tetap memperhatikan keselamatan dan perlindungan lingkungan. Lokasinya berada di kaki Gunung Gede Pangrango yang merupakan kawasan konservasi penting.
PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP) menegaskan pengembangan geothermal dilakukan berbasis kajian ilmiah dan kepatuhan regulasi. Koordinasi berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian integral dari proyek ini.
Head of Corporate Communications PT DMGP, Marissa Anugrah, menjelaskan seluruh tahapan operasional dirancang untuk meminimalkan dampak terhadap ekosistem lokal. Langkah-langkah tersebut mencakup perencanaan dan pengawasan secara menyeluruh.
Baca JugaMendag Laporkan 149 Pasar Terdampak Bencana Kembali Beroperasi
“DMGP memastikan setiap tahapan operasional mengedepankan aspek keselamatan kerja dan perlindungan ekosistem lokal,” ujar Marissa. Pernyataan ini menegaskan prioritas keselamatan manusia dan alam di proyek geothermal.
Proses Perizinan dan Keterlibatan Masyarakat
Proyek panas bumi Cipanas merupakan penugasan pemerintah melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 2778 K/30/MEM/2014. Hal ini menegaskan bahwa proyek dilaksanakan dengan dasar hukum yang jelas.
Seluruh proses perizinan disebut telah dipenuhi, termasuk komunikasi dengan pemerintah desa, BPD, dan tokoh masyarakat. Keterlibatan masyarakat berjalan aktif selama tiga tahun terakhir untuk menjaga transparansi.
Potensi energi panas bumi di Cipanas diperkirakan mampu mencapai 125 megawatt (MW). Kapasitas ini cukup signifikan untuk mendukung kebutuhan energi bersih di Jawa Barat.
Tahap eksplorasi awal dilakukan di lahan sekitar 11 hektare, yang hanya 0,02 persen dari total kawasan konservasi. Area yang kecil ini menekankan komitmen DMGP menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
Standar Teknis dan Sosial Menjadi Prioritas Perusahaan
Humas PT DMGP, Imron Rosyadi, menekankan bahwa standar teknis dan sosial menjadi perhatian utama dalam proyek. Hal ini dilakukan untuk memastikan proyek tidak merugikan masyarakat atau lingkungan.
Setiap tahapan kegiatan, dari mobilisasi peralatan hingga pemantauan getaran, diawasi secara ketat. Koordinasi dengan pihak terkait dilakukan agar aktivitas warga dan produktivitas lahan pertanian tetap terjaga.
“Kami memastikan operasional tidak mengganggu aktivitas warga maupun produktivitas lahan pertanian di sekitar lokasi,” ujar Imron. Hal ini memperlihatkan keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian sosial-ekonomi lokal.
Pandangan Akademisi dan Teknologi Geothermal
Pakar geologi Universitas Padjadjaran, Dr. Ir. Dewi Gentana, MM, menyatakan risiko geologi dalam pemanfaatan panas bumi relatif rendah. Sistem reinjeksi membantu menjaga kestabilan tekanan di bawah permukaan tanah.
“Teknologi closed loop membuat operasional panas bumi tidak mengganggu kestabilan gunung api,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi mendukung keamanan proyek geothermal.
Senada, pakar vulkanologi Unpad, Prof. Dr. Ir. Nana Sulaksana, MSP, menjelaskan uap panas bumi diambil dari kedalaman ribuan meter. Lapisan batuan kedap air memisahkan uap panas bumi dari sumber air dangkal milik warga, sehingga tidak mengganggu pasokan air.
Kontribusi Proyek Cipanas untuk Transisi Energi Nasional
Secara keseluruhan, DMGP menegaskan proyek geothermal Cipanas mendukung transisi energi nasional. Energi baru terbarukan yang dihasilkan bersifat ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Proyek ini diharapkan menjadi contoh bahwa pengembangan energi bersih dapat selaras dengan perlindungan lingkungan. Selain itu, keterlibatan masyarakat dan teknologi modern menjadi kunci keberhasilan implementasinya.
Dengan kapasitas 125 MW, proyek panas bumi Cipanas memberikan kontribusi nyata untuk ketahanan energi regional. Inisiatif ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pemanfaatan energi geothermal di Asia Tenggara.
Tahap eksplorasi dan operasional yang berhati-hati menunjukkan bahwa pembangunan tidak harus mengorbankan lingkungan. Model ini bisa menjadi referensi bagi proyek energi bersih lainnya di Indonesia.
Keberadaan proyek panas bumi di kawasan konservasi menunjukkan bahwa energi ramah lingkungan dan konservasi alam dapat berjalan bersamaan. DMGP menekankan pentingnya pengawasan ketat dan transparansi dalam setiap tahapan operasional.
Kolaborasi dengan pemerintah desa, BPD, dan tokoh masyarakat memperkuat hubungan antara perusahaan dan komunitas lokal. Pendekatan ini juga mengurangi risiko konflik dan meningkatkan penerimaan proyek di masyarakat.
Teknologi reinjeksi dan closed loop menjadi bukti bahwa geothermal modern mampu mengurangi risiko geologi. Sistem ini memastikan tekanan bawah tanah tetap stabil, menjaga keamanan kawasan Gunung Gede Pangrango.
Para pakar menegaskan bahwa uap panas bumi tidak mengganggu air tanah dangkal warga. Lapisan batuan kedap air menjadi penghalang alami, sehingga masyarakat tetap aman dan lingkungan terlindungi.
Keseluruhan proyek Cipanas menunjukkan bagaimana energi bersih bisa dikembangkan dengan aman. Proyek ini menekankan keseimbangan antara kebutuhan energi dan pelestarian alam.
Dengan kapasitas dan teknologi yang dimiliki, proyek panas bumi Cipanas siap menjadi andalan transisi energi nasional. Langkah-langkah mitigasi risiko dan keterlibatan masyarakat memastikan keberlanjutan proyek dalam jangka panjang.
Proyek geothermal Cipanas bukan hanya soal energi, tetapi juga soal tanggung jawab sosial dan lingkungan. DMGP menegaskan bahwa proyek ini akan tetap mengutamakan keselamatan, kelestarian alam, dan kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan energi terbarukan yang selaras dengan konservasi alam menjadi contoh bagi proyek-proyek lain di Indonesia. Inisiatif ini menggarisbawahi pentingnya inovasi teknologi, regulasi, dan kolaborasi untuk mencapai energi bersih yang berkelanjutan.
Proyek ini memperlihatkan bahwa transformasi energi tidak harus merusak lingkungan. Justru dengan perencanaan matang, pemantauan ketat, dan teknologi modern, energi panas bumi bisa menjadi solusi berkelanjutan.
DMGP menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan koordinasi berkelanjutan. Pendekatan ini membuat proyek geothermal Cipanas aman, transparan, dan diterima oleh komunitas lokal.
Dengan semua langkah ini, proyek panas bumi Cipanas membuktikan bahwa transisi energi bersih dapat berjalan harmonis dengan kelestarian lingkungan. Proyek ini menjadi model energi terbarukan yang patut dicontoh di Indonesia.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Hasil Liga Inggris: Liverpool Menang Tipis dan "Beruntung" Saat Menghadapi Sunderland
- Kamis, 12 Februari 2026
Prediksi Pisa vs AC Milan: Pertarungan Sengit di Hari Valentine Serie A 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
Serie A Pekan 24: Jadwal Padat dan Kondisi Kebugaran Pemain Menjadi Sorotan Utama
- Kamis, 12 Februari 2026
Berita Lainnya
Strategi Baru DKI Jakarta Amankan Pasokan Beras Jelang Ramadan Melalui Kolaborasi Petani Daerah
- Kamis, 12 Februari 2026
Pemerintah Perkuat Perlindungan Sawah dan Petani Kecil Melalui Pengendalian Alih Fungsi Lahan
- Kamis, 12 Februari 2026
Pemerintah Dorong Proyek DME Batu Bara Disebut Wajib Libatkan Teknologi CCUS
- Kamis, 12 Februari 2026
Harga Minyak Dunia Menguat Dipicu Ketegangan Amerika Iran Dan Dinamika Pasokan Global
- Kamis, 12 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
4.
Rangkuman Rekomendasi Saham Hari Ini 12 Februari 2026
- 12 Februari 2026
5.
Rangkuman Rekomendasi Saham Hari Ini 12 Februari 2026
- 12 Februari 2026












