Kamis, 12 Februari 2026

Ekspor Mobil Indonesia Meningkat, Toyota Pimpin Penjualan CBU

Ekspor Mobil Indonesia Meningkat, Toyota Pimpin Penjualan CBU
Ekspor Mobil Indonesia Meningkat, Toyota Pimpin Penjualan CBU

JAKARTA - Ekspor mobil Indonesia mencatatkan kenaikan yang menggembirakan di awal tahun 2026, menunjukkan optimisme dalam sektor otomotif di tengah kondisi pasar global yang tidak menentu. 

Data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan bahwa ekspor mobil Indonesia pada Januari 2026 mengalami peningkatan signifikan, baik untuk kendaraan utuh (CBU) maupun kendaraan terurai (CKD). 

Artikel ini akan mengulas perkembangan ekspor mobil Indonesia di awal 2026 serta dominasi Toyota sebagai pemimpin ekspor.

Baca Juga

Mendag Laporkan 149 Pasar Terdampak Bencana Kembali Beroperasi

Kenaikan Ekspor Mobil CBU dan CKD Indonesia

Pada Januari 2026, ekspor mobil utuh (CBU - Completely Built-Up) Indonesia tercatat mencapai 40.003 unit. Angka ini menunjukkan lonjakan yang cukup besar, yakni meningkat sebesar 19,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 33.423 unit.

Selain itu, ekspor kendaraan dalam bentuk terurai (CKD - Completely Knocked Down) juga mengalami lonjakan luar biasa. Pada bulan yang sama, pengiriman CKD Indonesia tercatat mencapai 6.036 set unit, melonjak dua kali lipat dibandingkan Januari 2025 yang hanya 3.015 set unit. 

Peningkatan ekspor CKD ini menjadi salah satu pencapaian penting, mengingat kontribusinya yang semakin besar dalam sektor otomotif.

Tak hanya itu, ekspor komponen otomotif Indonesia juga mengalami akselerasi yang cukup signifikan. Pada Januari 2026, total pengiriman komponen mencapai 12.449.248 pieces (pis), meningkat sekitar 70 persen dari 7.319.032 pieces pada Januari 2025. Angka ini menunjukkan bahwa industri komponen otomotif Indonesia semakin diakui di pasar internasional.

Perbandingan Ekspor Januari dengan Desember 2025

Meski terjadi lonjakan tahunan yang positif, dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Desember 2025), beberapa sektor ekspor mengalami penurunan. 

Ekspor CBU, misalnya, mengalami penurunan sebesar 9,6 persen, dari 44.269 unit pada Desember 2025 menjadi 40.003 unit pada Januari 2026. Namun demikian, penurunan ini tidak sepenuhnya mengurangi optimisme, mengingat tren kenaikan ekspor tahunan yang cukup menggembirakan.

Di sisi lain, ekspor CKD tetap menunjukkan kinerja yang baik, dengan kenaikan 11,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yang hanya mencatatkan 5.424 set unit pada Desember 2025. Sementara itu, ekspor komponen mengalami kenaikan moderat sebesar 4,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Dominasi Toyota dalam Ekspor Mobil Indonesia

Toyota, sebagai merek otomotif yang sangat dominan di Indonesia, berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin ekspor mobil Indonesia. 

Pada Januari 2026, Toyota tercatat mengekspor 11.581 unit CBU, menjadi yang terbesar di antara merek-merek lainnya. Merek Jepang ini juga mendominasi ekspor komponen, dengan total pengiriman mencapai 11.302.944 pieces, jauh meninggalkan pesaing terdekatnya.

Di sektor CKD, Mitsubishi Motors menjadi pemimpin dengan 3.644 set unit, meskipun Toyota juga tetap menunjukkan kontribusi yang besar dalam ekspor kendaraan terurai. 

Selain Toyota, merek-merek lain seperti Daihatsu, Mitsubishi, Hyundai, dan Honda juga turut berkontribusi besar terhadap ekspor mobil Indonesia ke berbagai pasar global.

Merek-Merek Lain yang Berkontribusi pada Ekspor Mobil

Berikut adalah rincian ekspor mobil Indonesia pada Januari 2026 berdasarkan segmen dan merek:

Ekspor CBU (Completely Built-Up):

Toyota: 11.581 unit

Daihatsu: 10.793 unit

Mitsubishi Motors: 9.436 unit

Hyundai: 4.080 unit

Honda: 1.772 unit

Suzuki: 1.714 unit

Isuzu: 492 unit

Wuling: 120 unit

Hino: 15 unit

Ekspor CKD (Completely Knocked Down):

Mitsubishi Motors: 3.644 set unit

Hyundai: 1.200 set unit

Suzuki: 912 set unit

Wuling: 280 set unit

Ekspor Komponen:

Toyota: 11.302.944 pis

Honda: 1.011.020 pis

Hino: 127.634 pis

Hyundai: 4.482 pis

Suzuki: 3.168 pis

Dari data ini, terlihat bahwa Toyota tetap menjadi pemimpin utama dalam sektor ekspor mobil utuh (CBU) dan komponen otomotif. Daihatsu, yang merupakan bagian dari grup Toyota, juga mencatatkan performa ekspor yang sangat solid, menempati posisi kedua setelah Toyota di kategori CBU.

Mitsubishi Motors dan Hyundai turut mencatatkan kontribusi signifikan dalam ekspor CKD, sementara Honda, meskipun lebih fokus pada pasar domestik, tetap berperan penting dalam ekspor komponen. Sementara itu, merek-merek seperti Wuling dan Isuzu juga berpartisipasi meskipun dalam volume yang lebih kecil.

Tantangan dan Prospek Ekspor Mobil Indonesia

Meskipun ekspor mobil Indonesia mengalami kenaikan, sektor ini tetap menghadapi tantangan yang cukup besar. Ketidakpastian kondisi ekonomi global, fluktuasi nilai tukar, dan perubahan regulasi perdagangan internasional menjadi faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekspor otomotif Indonesia.

Namun demikian, potensi pasar yang terus berkembang, terutama di kawasan Asia dan Afrika, memberikan peluang besar bagi industri otomotif Indonesia untuk terus memperluas jejak globalnya. 

Seiring dengan peningkatan kualitas kendaraan, khususnya di sektor kendaraan listrik dan ramah lingkungan, Indonesia memiliki kesempatan untuk memperkenalkan lebih banyak inovasi otomotif ke pasar dunia.

Ibtihal Afrah Watahani

Ibtihal Afrah Watahani

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Strategi Baru DKI Jakarta Amankan Pasokan Beras Jelang Ramadan Melalui Kolaborasi Petani Daerah

Strategi Baru DKI Jakarta Amankan Pasokan Beras Jelang Ramadan Melalui Kolaborasi Petani Daerah

Pemerintah Perkuat Perlindungan Sawah dan Petani Kecil Melalui Pengendalian Alih Fungsi Lahan

Pemerintah Perkuat Perlindungan Sawah dan Petani Kecil Melalui Pengendalian Alih Fungsi Lahan

Pemerintah Dorong Proyek DME Batu Bara Disebut Wajib Libatkan Teknologi CCUS

Pemerintah Dorong Proyek DME Batu Bara Disebut Wajib Libatkan Teknologi CCUS

Kebijakan RKAB 2026 dan DMO Ubah Peta Saham Emiten Batubara

Kebijakan RKAB 2026 dan DMO Ubah Peta Saham Emiten Batubara

Harga Minyak Dunia Menguat Dipicu Ketegangan Amerika Iran Dan Dinamika Pasokan Global

Harga Minyak Dunia Menguat Dipicu Ketegangan Amerika Iran Dan Dinamika Pasokan Global