Kamis, 12 Februari 2026

Sekuritisasi Jadi Strategi SMF Hadapi Dinamika Ekonomi dan Perbankan

Sekuritisasi Jadi Strategi SMF Hadapi Dinamika Ekonomi dan Perbankan
Sekuritisasi Jadi Strategi SMF Hadapi Dinamika Ekonomi dan Perbankan

JAKARTA - Di tengah capaian kinerja yang melampaui target pada 2025, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) tetap mewaspadai sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi pembiayaan tahun ini. 

Perusahaan menilai dinamika makroekonomi dan kondisi global menjadi perhatian utama dalam menjaga stabilitas kinerja. Perusahaan pembiayaan sekunder perumahan tersebut menilai dinamika makro ekonomi dan kondisi perbankan nasional menjadi variabel utama yang perlu dicermati secara serius.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi perseroan berkaitan erat dengan situasi ekonomi makro serta kondisi likuiditas industri perbankan. 

Baca Juga

Harga Emas Antam Hari Ini 12 Februari Stabil di Rp2,94 Juta

Ia menilai, meskipun secara umum likuiditas perbankan masih terjaga, terdapat ketidakseimbangan antara pertumbuhan dana dan ekspansi kredit yang patut menjadi perhatian.

"Selain itu, potensi tantangan lainnya, yakni terkait kondisi ketidakpastian global yang saat ini memengaruhi kondisi makro ekonomi," ungkapnya.

Likuiditas Perbankan Tinggi, Kredit Tumbuh Stagnan

Ananta menjelaskan bahwa kondisi perbankan Indonesia saat ini menunjukkan likuiditas yang relatif tinggi. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 11,46% secara tahunan (YoY) pada Oktober 2025, lalu meningkat menjadi 12,01% YoY pada November 2025.

Namun, di sisi lain, pertumbuhan kredit belum menunjukkan akselerasi signifikan. Pada Oktober 2025, kredit hanya tumbuh 7,36%, kemudian sedikit meningkat menjadi 7,74% pada November 2025. Pergerakan ini dinilai cenderung stagnan dibandingkan dengan pertumbuhan DPK yang lebih tinggi.

Kondisi tersebut mencerminkan adanya ruang likuiditas di perbankan yang belum sepenuhnya tersalurkan ke sektor riil. Dalam konteks ini, SMF melihat adanya peluang sekaligus tantangan. Likuiditas yang melimpah berpotensi mendorong pembiayaan, namun tekanan eksternal dan kehati-hatian bank dapat membatasi ekspansi kredit.

Ananta menilai bahwa tekanan makroekonomi global berpotensi berdampak tidak langsung terhadap likuiditas dan penyaluran kredit perbankan. Oleh karena itu, optimalisasi aset perbankan menjadi penting agar dana yang tersedia dapat terus berputar secara produktif.

Sekuritisasi sebagai Strategi Recycling Aset

Dalam menghadapi kondisi tersebut, SMF berharap aset yang dimiliki perbankan dapat di-recycling melalui mekanisme sekuritisasi. Skema ini memungkinkan bank untuk mengalihkan portofolio kredit tertentu menjadi instrumen pasar modal, sehingga memperoleh ruang likuiditas baru untuk kembali menyalurkan pembiayaan.

Bagi SMF, peran sekuritisasi menjadi relevan dalam menjaga kesinambungan pembiayaan perumahan. Dengan adanya proses recycling aset, likuiditas yang ada di sistem perbankan tidak mengendap, melainkan dapat terus mendukung pertumbuhan kredit, khususnya di sektor perumahan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari mandat strategis SMF sebagai special mission vehicle pemerintah dalam memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan nasional. Di tengah ketidakpastian global, instrumen seperti sekuritisasi dinilai mampu menjadi solusi struktural untuk menjaga stabilitas pembiayaan.

Kinerja Penyaluran Pinjaman Melampaui Target

Di balik tantangan tersebut, kinerja SMF sepanjang 2025 menunjukkan hasil yang positif. Ananta menyampaikan bahwa realisasi penyaluran pinjaman pada 2025 mencapai Rp 20,88 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 22,1% dibandingkan realisasi 2024 yang sebesar Rp 17,10 triliun.

Tidak hanya tumbuh secara tahunan, capaian tersebut juga melampaui target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 sebesar Rp 20,62 triliun.

"Capaian tersebut juga melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 sebesar Rp 20,62 triliun, atau terealisasi sekitar 101,2% dari RKAP," tuturnya.

Realisasi ini mencerminkan kemampuan SMF dalam menjaga momentum pertumbuhan pembiayaan di tengah dinamika ekonomi. Peningkatan penyaluran pinjaman menunjukkan bahwa permintaan pembiayaan perumahan tetap terjaga, sekaligus memperlihatkan efektivitas strategi bisnis yang dijalankan perseroan.

Pertumbuhan Aset dan Laba Bersih Tetap Terjaga

Dari sisi neraca keuangan, SMF juga mencatat pertumbuhan yang solid. Total aset perusahaan pada 2025 mencapai Rp 66,80 triliun, atau meningkat sekitar 14,9% secara Year on Year (YoY). 

Angka ini bahkan melampaui target RKAP 2025 yang sebesar Rp 59,03 triliun, dengan tingkat realisasi mencapai 113,17%.

Ekspansi aset tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan laba bersih perusahaan. Sepanjang 2025, SMF membukukan laba bersih sebesar Rp 561 miliar, atau tumbuh sekitar 3,9% YoY. Pencapaian ini juga melampaui target RKAP 2025 sebesar Rp 512 miliar, dengan realisasi mencapai 109,54%.

"Perolehan itu mencerminkan kemampuan SMF dalam menjaga kinerja profitabilitas di tengah peningkatan skala usaha dan pelaksanaan mandat penugasan pemerintah," kata Ananta.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa di tengah peningkatan skala usaha dan berbagai tantangan eksternal, SMF tetap mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi dan profitabilitas. Hal ini menjadi indikator penting bahwa model bisnis yang dijalankan perusahaan masih berada pada jalur yang sehat.

Ke depan, tantangan makro ekonomi dan dinamika perbankan tetap menjadi faktor yang harus diantisipasi. Namun, dengan fondasi kinerja yang kuat pada 2025, SMF memiliki modal yang cukup untuk menghadapi tekanan yang mungkin muncul sepanjang tahun ini.

Kewaspadaan terhadap ketidakpastian global, optimalisasi sekuritisasi, serta sinergi dengan industri perbankan akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pembiayaan. 

Dengan strategi yang terukur, SMF berupaya mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus memastikan keberlanjutan dukungan terhadap sektor perumahan nasional.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Clipan Finance Terapkan Strategi Tepat untuk Tumbuhkan Piutang Pembiayaan 2026

Clipan Finance Terapkan Strategi Tepat untuk Tumbuhkan Piutang Pembiayaan 2026

Proyeksi Pertumbuhan Aset Asuransi 5%-7% di 2026, Jasindo Optimis

Proyeksi Pertumbuhan Aset Asuransi 5%-7% di 2026, Jasindo Optimis

Harga Emas Perhiasan 12 Februari Hari Ini Terus Meningkat

Harga Emas Perhiasan 12 Februari Hari Ini Terus Meningkat

IFG Progress Tingkatkan Batas Investasi Saham Dapen dan Asuransi, Fokus Pada Fleksibilitas dan Manajemen Risiko

IFG Progress Tingkatkan Batas Investasi Saham Dapen dan Asuransi, Fokus Pada Fleksibilitas dan Manajemen Risiko

IFG Progress Tingkatkan Batas Investasi Saham Dapen dan Asuransi, Fokus Pada Fleksibilitas dan Manajemen Risiko

IFG Progress Tingkatkan Batas Investasi Saham Dapen dan Asuransi, Fokus Pada Fleksibilitas dan Manajemen Risiko